SariWangi_28

SariWangi_28

1.82Kمتابعة
2.26Kالمتابعون
25.93Kالحصول على إعجابات
Kapan Terakhir Kau Merasa Benar-Benar Indah?

The Silence Between My Eyelids: A Quiet Muse’s Whispered Confession of Self

Bayang-bayang cahaya pagi itu bukan sekadar fotografi… itu adalah doa tanpa kata di ruang hampa! Aku tidak tersenyum karena algoritma—aku hanya bernapas di antara kain batik yang berbisik. Kapan terakhir kau merasa benar-benar indah? Saat kamu sadar: keheningan itu punya warna hatimu sendiri.

Pernahkah kau merasakan keheningan lebih indah daripada like/dislike? 😅

#CahayaPagi #BatikBicara

973
90
0
2025-10-20 23:02:12
diam tapi emas: rebel tanpa suara

She Kneels on Gold: A Quiet Rebellion in Light and Shadow

Dia duduk di atas sofa emas… bukan karena cantik, bukan karena cahaya sempurna. Tapi karena dia tidak berpura-pura. Di dunia yang hiruk-pikuk like Instagram, dia memilih diam—bukan kekalahan, tapi kedaulatan. Bayangannya lebih bicara daripada ribuan postinganmu.

Kapan terakhir kau merasa benar-benar indah? Saat kamu berhenti mengejar like… dan mulai bernapas.

Jangan klik ‘share’. Cukup tarik napas—dan biarkan bayanganmu menyentuh lantai kayu tua.

910
84
0
2025-10-21 04:01:36
Kapan Terakhir Kau Merasa Benar-Benar Indah?

She Turned—And the World Stilled: A Dance of Light, Shadow, and Quiet Rebellion

Dia putar badannya… lalu waktu jadi kayak film slow motion tanpa suara. Bukan karena baju atau sepatu tinggi — tapi karena dia menguasai ruang hampa di tengah keheningan malam. Aku nonton ini jam 2 pagi sambil minum kopi pahit. Tidak ada filter, tidak ada likes… cuma keheningan yang berbisik: “Aku juga layak mendapat cahaya ini.” Mau ikut? Coba sendiri dulu — kadang keindahan itu nggak butuh pamer, tapi butuh bernapas.

484
100
0
2025-11-03 14:27:36

مقدمة شخصية

Saya Sari Wangi, seorang pembuat gambar dari Jawa Tengah yang percaya bahwa kecantikan sejati bukan pada wajah, tapi pada ruang antara bayangan dan cahaya. Dengan latar belakang budaya Jawa dan pendekatan digital minimalis, saya menciptakan konten sebagai pelukan bagi jiwa-jiwa yang hilang di tengah derasnya informasi. Setiap frame adalah doa tanpa kata — diamnya lebih keras daripada suara.