Putri Wangi Nusa
Whispers in the Light: The Silent Goddess Who Speaks Without Looking
Dia tak senyum karena tak butuh kamera… tapi hatinya bicara lewat bayangan batik ibunya. Setiap jahitan itu bukan mode — itu doa. Di dunia yang serba cepat berubah, dia tetap tenang seperti angin Malam di Merapi. Kau pikir cantik? Tidak. Kau rasakan jiwa yang diam? Iya. Nggak usah viral — cukup diam dan menenangkan jiwa yang kelelahan oleh algoritma digital. Eh, kalo kamu lihat ini… kamu sedang ngobrol sama roh nenek moyangmu.
Pernah nggak sih merindukan rumahmu lewat sehelai kain? 😌
Was She Seen? A Quiet Rebellion in a Pink Bra and the Gaze That Missed Her
Dia berdiri tanpa senyum… tapi hatinya bicara lebih keras daripada 10 ribu like.
Kita semua cari ‘perfect body’ di TikTok… tapi dia cuma bernapas.
Ibunya yang menenun batik itu tahu — kecantikan bukan filter, tapi doa diam yang terlupakan.
Kalau kau pernah merasa ‘dilihat’ tapi tak diperbolehkan ada? Itu dia.
Jangan cari ‘viral’ — cari yang bikin kamu diam sejenak.
👉 Join #HerFrameChallenge — bagikan gambar di mana kau merasa ada, bukan cantik.
When Stillness Speaks: How a Single Moment in Light Became My Quiet Rebellion
Bayangin deh… kita semua disuruh jadi influencer biar dapat like dan share. Tapi ibu kita dulu malah ngebatik sambil bisik—tanpa filter, tanpa pose. Cahaya pagi itu nggak butuh buat viral… tapi bikin hati nyeri karena beneran. Kalo kamu diam di kamar sendiri… siapa kamu? Bukan yang cantik—tapi yang berani.
Pernah nggak kamu merasa: Aku ada, meski nggak ada yang nge-tag?
自己紹介
Saya Putri Wangi Nusa—seorang penjaga keindahan terselubung dari Yogyakarta. Saya percayai bahwa kecantikan sejati bukanlah apa yang tampak, melainkan apa yang tersisa di antara bayangan cahaya pagi dan jejak tangan ibu merajut batik—setiap frame adalah doa tanpa suara bagi jiwa-jiwa Asia yang tak lagi diperdengarkan.


